Rahasia Sukses Bisnis Asuransi

Banyak orang yang mau diajak berbisnis sebagai agen asuransi, tapi entah kenapa tidak mau melanjutkan bisnisnya. Alasan yang paling populer adalah “Kan gak jalanin bisnis asuransi juga gak mati” atau “Selama masih ada pekerjaan lain yang bisa dijalanin, asuransi adalah pilihan terakhir”.

Buat saya ini adalah pernyataan yang sah-sah aja, sebabnya itu kan menyangkut hak orang untuk melakukan pilihannya. Kan kalau semua orang jadi Agen Asuransi, terus siapa yang jadi nasabahnya. Apa benar bisnis asuransi cocok untuk semua orang? Menurut anda, apa sih yang harus dimiliki calon agen asuransi supaya bisa sukses?

Menurut saya, peluang bisnis asuransi memang terbuka luas bagi siapa saja, namun sayangnya, statistik berkata lain, ternyata untuk sukses di bisnis asuransi jiwa, adalah bukan untuk semua orang, melainkan untuk orang-orang yang gigih dalam memperjuangkan kesuksesannya.

Berikut saya ringkaskan, beberapa poin penting untuk anda yang baru mau bergabung atau yang sudah bergabung tapi seperti hilang arah. Inilah beberapa hal penting yang anda harus mengerti dan pahami.

Pada umumnya kurang lebih garis besarnya agar sukses di bisnis agen asuransi antara satu dengan lainnya yaitu :

  1. Pilihlah perusahaan asuransi yang baik
    Ada beberapa kriteria perusahaan asuransi yang baik, diantaranya: Based Capital (RBC)), Rasio likuiditas, Dana jaminan/cadangan teknis, Investasi/cadangan teknis plus utang klaim, dan Aktiva tetap/modal sendiri. Adapun kriteria lain yang dimasukan dalam penilaian perusahaan asuransi adalah: perubahan pendapatan premi bruto dan modal sendiri, premi bruto/rata-rata modal sendiri, pendapatan investasi neto/rata-rata investasi, rasio beban klaim neto/pendapatan premi neto, rasio laba dengan rata-rata modal sendiri.
  2. Pilihlah perusahaan asuransi yang menyediakan produk mudah untuk dijual
    Kriteria produk yang mudah dijual yaitu; produknya dibutuhkan oleh orang banyak, mudah dimiliki baik secara sistem pengajuan maupun harga premi yang terjangkau, klaim yang mudah, intinya yang paling menguntungkan nasabah.
  3. Pilihlah perusahaan asuransi yang memberikan fasilitas pendukung untuk memasarkan produknya
    Pada umumnya menjadi agen asuransi ibarat memiliki bisnis sendiri, karena semua fasilitasnya harus diusahakan sendiri, dari pulsa, printer, hingga kertas. Namun ada perusahaan asuransi yang memberikan fasilitas-fasiitas pendukung bagi agennya untuk memasarkan produk-produk mereka. Pilihlah perusahaan asuransi yang memberikan fasilitas tersebut untuk menyiasati agar pengeluaran tidak terlalu besar, jika modal Anda terbatas.
  4. Pilihlah perusahaan asuransi yang menyediakan training
    Anda sebagai seorang agen asuransi tentu membutuhkan pelatihan, untuk bisa menguasai selling skill dan product acknowledge. Karena keduanya adalah modal dasar agar seorang agen asuransi tidak melakukan kesalahan dalam penjualan. Oleh karenanya pilihlah perusahaan asuransi yang menyediakan training. Tidak hanya sekadar traning biasa, namun training berkesinambungan dan berjenjang. Jadi dari basic hingga mahir. Sehingga menunjang karir Anda dalam menjalankan bisnis ini.
  5. Pilihlah perusahaan asuransi yang memberikan jenjang karir
    Jenjang karir sangat penting, karena akan turut memicu Anda untuk terus memiliki motivasi lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Oleh karenanya, pilihlah perusahaan asuransi yang memberikan jenjang karir agar Anda terus terpacu untuk naik jenjang. Selain itu pilihlah sistem jenjang karirnya yang transparan dan mudah dicapai. Jadi bukan hanya sekadar ada jenjang saja. Tapi benar-benar realistis untuk dicapai.
  6. Pilihlah perusahaan asuransi yang memberikan komisi yang besar
    Pada akhirnya tujuan bisnis ini adalah untuk mendapatkan keuntungan. So, carilah yang memberikan komisi besar, agar kerja keras Anda mendapatkan imbalan yang layak.

Setlah Anda telah bergabung menjadi mitra bisnis / agen asuransi Allianz, maka hal yang perlu Anda lakukan untuk sukses di bisnis asuransi jiwa Allianz ini adalah:

1.) Percaya pada bisnis ini,
Siapapun orangnya, kalau hati, pikiran dan perkataan anda tidak sinkron atau nyambung, bagaimana bisa sukses? Hati bilang saya pasti sukses, Pikiran bilang apa iya ya, Perkataan bilang kayaknya saya gak bisa. Apakah menurut anda yang kayak gini bisa sukses?

2.) Kemauan yang keras untuk merubah nasib,
Salah satu keunggulan bisnis asuransi adalah gak perlu keluarin modal besar di awal, bahkan gak pakai modal sama sekali juga bisa, contoh sampai beli materai untuk teken kontrak aja disiapin sama leadernya. Tapi kalau ngomong masalah kemauan yang keras untuk merubah nasib, mau beli dimana selain dari diri sendiri?

3.) Masalahnya bukan bisa atau gak bisa, tapi mau apa gak mau,
Banyak agen asuransi yang baru gabung, mikirnya harus dapetin dulu semua ilmu dan pengetahuannya, baru mau mulai jalan, tapi sayangnya bisnis ini tidak bisa seperti itu. Bisnis asuransi jiwa harus belajar sambil praktek, kalau ditanya tidak bisa jawab, itu hal yang wajar ditahap awal-awal. Jadi bukan karna bisa atau gak bisa, Masalahnya anda mau gak jalaninnya?

4.) Punya semangat yang besar dan pantang menyerah,
Ini berhubungan dengan poin nomor 2, yaitu kemauan yang keras untuk merubah nasib. Orang akan punya semangat yang besar tergantung dari alasan dibalik untuk apa dia bersusah-susah jalanin hidup. Semakin besar kemauannya semakin besar juga semangatnya. Orang sukses biasanya penuh dengan semangat yang terus re-fill.

5.) Punya rencana sukses,
Fail to Plan is Plan to Fail, miliki visi dan blueprint yang jelas tentang bagaimana anda akan sukses di bisnis asuransi jiwa ini. Kalau anda saja tidak tahu hitungan yang jelas bagaimana caranya bisa dapat pendapatan 100 juta/bulan contohnya. Gimana mau sukses?

6.) Harus pegang prinsip bahwa orang yang paling bertanggung jawab atas keberhasilan saya adalah diri saya sendiri,
Ini penyakit yang sering sekali menjangkiti orang yang belum sukses, paling enak memang nyalain orang lain daripada salahin diri sendiri. Ambil keputusan, andalah yang paling bertanggung-jawab atas kesuksesan anda. Ya betul, anda yang lagi asyik baca tulisan ini adalah yang paling bertanggung-jawab atas kesuksesan anda sendiri. Jangan salahkan siapa-siapa..

7.) Leader kita sifatnya hanya membantu, jangan dijadikan Pembantu (awas nanti Kualat),
Ada beberapa kesalahan aturan main yang biasa terjadi di bisnis asuransi. Orang yang mengajak bisnis (Leader) karena begitu pedulinya, sampai-sampai bisa berubah peran menjadi pembantu pribadi untuk agennya. Tolong sana, tolong sini, sampai persis seperti asisten pribadi. Hati-hati, jangan sampai salah ambil peranan.
.
8.) Jangan pernah berhenti belajar, selalu kosongkan gelas anda dan tinggalkan jubah anda dari pekerjaan yang sebelumnya, apapun itu posisinya,

9.) Selalu perbanyak baca buku yang bagus dan ikut seminar yang bisa menambah kualitas pengetahuan dan kemampuan anda, seperti belajar tentang Cara Menjual Asuransi ke Klien Perusahaan.

10.) Fokus pada impian dan konsisten mengejarnya,
Agen asuransi yang gagal kalau ditanya kenapa anda gak lanjutin bisnis asuransinya? jawaban paling nge-trend adalah, “saya gak kuat sama penolakannya”. Sangat jelas diutarakan bahwa orang tersebut fokusnya pada masalah dan bukan pada impian, ini yang menyebabkan banyak orang gagal di bisnis asuransi jiwa.

11.) Pastikan anda ikut sistem,
Banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda bergabung ke bisnis asuransi, yang parahnya adalah apabila orang tersebut berlatar belakang sales/tenaga penjual. Biasanya ilmu yang dipakai bukan ilmu menjual asuransi tapi ilmunya yang lama. Orang ini akan banyak menjumpai penolakan dan keberatan yang harus di jawab. Pastikan ikut sistem, jangan pakai caranya sendiri, BAHAYA, ada resiko gagal.

12.) Praktekkan apa yang anda pelajari,
Usahakan setiap bulan atau setiap tahun kuasai satu modul yang terbukti bisa menghasilkan uang yang cukup bagus. Praktekan ilmu anda dan jadilah master di bidang itu..

13.) Konsultasi dengan Leader selayaknya kepada Orang Tua,
Salah satu hal yang paling bernilai dari bisnis asuransi jiwa adalah, anda punya Leader yang siap membantu (ingat, bukan pembantu ya). Konsultasikan setiap masalah yang tidak bisa anda handle ke Leader anda, walaupun terkadang Leader anda belum punya jawaban atas permasalahan anda, paling tidak ada telinga yang bisa mendengarkan keluh-kesah anda.

14.) Berserah dalam doa, bukannya pasrah pada keadaan,
Bedanya adalah orang yang Berserah kepada Tuhan, menyerahkan segala sesuatunya dan fokus pada apa yang bisa dia lakukan. Sementara Pasrah adalah, menyerahkan segala sesuatunya pada Tuhan dan menunggu keadaan akan berubah dengan sendirinya. Menunggu hujan duit dan emas, adalah pekerjaan yang sia-sia, Ayo cepet, ganti baju anda, keluar dari rumah anda, temui siapa saja, ajaklah bicara orang yang membalas senyum anda, walau belum tentu closing, setidaknya anda dapat satu kenalan.

Intinya bisnis asuransi bukan untuk semua orang. Jadi tenang saja, anda pasti masih bisa dapat nasabah dan tidak akan kehabisan nasabah.

Mari Menjadi Mitra Bisnis Asuransi Allianz dengan Membuka Cabang di Kota Andadaftar agen allianz

Telepon/SMS/WA: 08119292466  info@bisnisasuransi.org